Sabtu, 28 Maret 2015

Teknokom Tugas 2

1.      Dalam chapter ini yang menjadi pokok bahasannya adalah perkembangan teknologi, khususnya teknologi informasi. Teknologi informasi yang dimaksud antara lain, radio, televisi, dan internet. Radio dan televisi merupakan media yang dianggap dapat menjadi alat propaganda politik. Selain berpengaruh dalam dunia politik, ada sebagian golongan yang memanfaatkan radio dapat berfungsi sebagai alat untuk pemberdayaan perempuan. Setelah era radio dan televisi muncul sebuah era teknologi baru yaitu internet. Kehadiran internet mempengaruhi berbagai aspek kehidupan, seperti pendidikan mengalami peningkatan, masyarakat di perkotaan menjadi lebih aktif, dan perekonomian mengalami perkembangan. Selain itu, bentuk perkembangan dalam media dan teknologi antara lain CD-ROM, komputer, tv kabel, email, daftar newsgroups, chatting, berita dan layanan yang disediakan oleh internet dan surat kabar.
Pada kehidupan ini media mempunyai hubungan dengan masyarakat. Hubungan ini diteliti oleh Chicago School pada tahun 1920-an sampai 1930-an. Salah studinya berpendapat bahwa membaca koran lebih menjadi cirri khas penduduk di kota dari pada penduduk di daerah pedesaan. Dengan adanya perkembangan teknologi khususnya media elektronik dapat memberi kemudahan masyarakat untuk berkomunikasi dan mengakses informasi dalam berbagai bentuk.

2.      Aspek positif bagi masyarakat diakibatkan oleh kehadiran teknologi media khususnya internet adalah internet menjadi sebuah wadah baru bagi masyarakat untuk menjalin hubungan dengan orang lain di belahan dunia lain secara interaktif. Hubungan yang terjalin di dalam dunia maya dapa membentuk sebuah komunitas baru yang disebut virtual community. Dampak negatif adalah masyarakat yang lupa dengan identitas yang aslinya. Hal ini dikarenakan orang tersebut terlalu menikmati identitas yang baru diperolehnya dalam virtual community. Kemudian dengan perkembangan teknologi yang memberi kemudahan kepada masyarakat dalam berkomunikasi, sekarang ini interaksi social secara langsung dalam masyarakat mulai berkurang. Orang lebih suka berkomunikasi lewat media sehingga komunikasi face to face kurang diminati. Kemudian rasa sosial terhadap lingkungan menjadi berkurang, merebaknya kejahatan teknologi, seperti pelanggaran hak cipta dan cyber crime, tumbuhnya sikap hedonisme dan konsumtif. Selain itu, media digunakan sebagai alat propaganda politik, televisi  dan  film pun diduga  dapat merusak masyarakat tatanan masyarakat, merubah pikiran anak muda dan menghancurkan warisan budaya.

3.      Karakteristik media baru menurut Mc Quails (1994: 20-6) yang melibatkan desentralisasi chanel untuk distribusi pesan, dan penambahan kapasitas untuk penyampaian  pesan, serta  pelibatan audiens secara langsung kedalam proses penyampaian pesan yang memunculkan suatu bentuk komunikasi interaktif. Di dalam proses komunikasi yang serba digital ini membuat manusia lebih fleksibel untuk menentukan isi dari pesan yang mereka sampaikan. Negroponte (1995) menganggap bahwa digitalisasi adalah memindahkan isi suatu media terhadap media lain. Tujuan media ini adalah mempermudah segala kebutuhan manusia untuk mendapatkan informasi, saat media itu hadir maka secara langsung ataupun tidak langsung pola pikir manusia menjadi masyarakat media yang terjadi secara terus menerus. Di dalam chapter ini pola hubungan komunikasi manusia menjadi masyarakat virtual yang interaktif dimana hal tersebut mengubah pandangan yang sebelum mengenal media. Ini adalah sebuah teknologi komunikasi baru, yang dihubungkan dengan media baru antara lain DVD, CD-ROM, TV Kabel, Internet, dll.

4.      Pada tahapan kajian yang pertama oleh Park (1922) tentang media dan komunitas dapat dilihat dari pembaca surat kabar, masyarakat pedesaan yang lebih menyukai membaca berita lokal dari daerahnya sedangkan masyarakat kota lebih menyukai membaca berita luar daerahnya. Merton (1949) menanggapi perbedaan ini dalam studinya  mengenai  “Rovere”  dan ia mengidentifikasi dua group  penduduk yakni lokal  dan kosmopolitan. Penduduk lokal  berorientasi pada  komunitas lokal, terlibat secara lokal  berdasarkan pada aktifitas sosial dan utamanya pada  surat kabar lokal  sebagai sebuah sumber untuk
berita lokal. Sedangkan kosmopolitan, mereka memiliki sebuah orientasi lebih luas  dan tingkat aktifitas sosial, dan  mengkonsumsi media   dari luar. Merton  menjelaskan, bahwa penggunaan media dan partisipasi komunitas adalah refleksi dari sifat individu.
Janowits (1952) menggunakan pendekatan yang berbeda dalam mempelajari komunitas dan media, dan menekankaan pada struktur suatu komunitas dan menghubungkannya dengan koran lokal. Seperti Park, Jenowits juga merasa bahwa koran memilki peran untuk mengintegrasikan seorang individu kedalam komunitas. Ia berpendapat bahwa koran lokal dapat melahirkan konsensus dalam sebuah komunitas. Lalu Jenowits menemukan bahwa integritas suatu komunitas dan tingkat partisipasi didalamnyta berhubungan dengan perhatian seseorang terhadap koran lokal.

Pada tahapan kajian kedua penggunaan alat-alat elektronik komunikasi yang merupakan kelanjutan dari teknologi mesin cetak stensil dan teknologi pers diperkenalkan satu dekade sebelumnya selama 1960an (Denis dan Rivers , 1974) untuk menggunakan teknologi komunikasi ini untuk  inisiatif  dan aksi komunitas.  Penggunaan  alat-alat elektronik ini pada komunikasi  adalah  dalam berbagai cara  sebuah perkembangan  pada teknologi cetak -  mesin cetakan  dan   teknologi media - diperkenalkan  sebuah  dekade  awal tahun 1960an  ketika budaya dan group politik membentuk surat kabar mereka sendiri (Denis dan Rivers , 1974).

Pada tahapan yang selanjutnya pembentukan Asosiasi Internet Peneliti dan penyelenggaraan konferensi internasional pertama pada September 2000. Publikasi buku mengenai internet dan aspek masyarakat meledak sejak publikasi Benedikt's (1991) Cyberspace: Fist Step. Rangkaian volume disunting oleh Jones pada komunitas maya, budaya  virtual  dan tingkat penelitian internet  sebagai kontribusi dasar, seperti halnya volume baru-baru ini yang berjudul Communities in Cyberspace  (Smith dan Kollock 1999).

5.      Virtual Community adalah komunitas yang di dalamnya berisikan orang-orang yang berkomunikasi bukan di dunia nyata melainkan berkomunikasi melalui dunia maya dan memiliki tujuan tertentu. Virtual Community menggunakan internet sebagai alat mereka dalam berkomunikasi.

Pencetus pertama kali istilah ini adalah Rheingold dalam bukunya The Virtual Community: Homesteading at Electronic Frontier (2000) memberikan sebuah gambaran personal tentang seperti apa kehidupan dalam dunia cyberspace. Rheingold menguraikan bahwa pada virtual community,

“Orang-orang di virtual community menggunakan kata-kata untuk bertukar pandangan dan berdebat, terlibat dalam diskusi intelektual, melakukan perdagangan, bertukar pengetahuan, berbagi dukungan emosional, membuat rencana, brainstorming, gosip, perseteruan, jatuh cinta, mencari teman dan kehilangan mereka, bermain game, merayu, membuat sebuah seni yang cukup tinggi dan banyak omong kosong. Orang-orang di virtual community melakukan hampir semua orang lakukan dalam kehidupan nyata, tapi kita meninggalkan tubuh kita di belakang. Anda tidak bisa mencium siapa saja dan tidak ada yang bisa memukul Anda di hidung, tapi banyak yang bisa terjadi dalam batas-batas itu. (1993:3).”

Adanya virtual community ini juga sebagai tempat bagi seseorang untuk mencoba-coba merasakan dirinya dengan identitas yang baru. Mereka yang di dunia nyata mungkin sangat tempramen dan emosional namun ia bisa membalikkan hal tersebut di dunia maya, ia bisa berubah menjadi seseorang yang sangat cerdas dan bijaksana.

6.      Van Dijk  mencetuskan empat karakteristik yang ia katakan  untuk semua komunitas, yang memiliki anggota, merupakan sebuah organisasi  sosial, bahasa dan pola-pola interaksi, dan sebuah budaya  dan  identitas umum. Karakteristik ini  kemudian digunakan   untuk membandingkan komunitas  virtual dengan kehidupan nyata atau apa yang  ia lebih sukai disebut dengan komunitas ‘organic’. Latihan ini mengarahkan ke sebuah  jenis ideal topologi dimana  virtual community  digambarkan secara relatif sebagai hubungan yang longgar, yang tidak memperhatikan dengan pertimbangan pada  waktu dan ruang, yang berisi sebuah  bahasa yang dikembangkan, dan  pluralistik  dan heteregenous  dalam  komposisi. Seperti kasus dengan  usaha  untuk membuat  jenis ideal,  profil virtual community ini  gagal secara  tepat menggambarkan kasus. Banyak virtual community dapat dibentuk dengan  ikatan kuat diantara para anggota mereka, didasarkan pada waktu dan ruang, dan merefleksikan sebuah keanggotaan yang homogenous/homogen. Antara Organic Community dengan Virtual Community berbeda dari masing-masing karakteristik mereka, hanya sama pada bagaimana mereka berinteraksi yaitu secara verbal.

Jenis Ideal Organic Community dan Virtual Community
Karakteristik
Organic
Virtual
Komposisi dan aktivitas
Group kuat (usia)
Beberapa aktifitas
Afiliasi tidak cocok
Aktifitas khusus
Organisasi sosial
Mengikat tempat dan  waktu
Tidak mengikat tempat dan waktu
Bahasa dan interaksi
Verbal dan non  verbal
Verbal  dan banyak bahasa
Budaya dan  identitas
Total tunggal
Homogen
Partial plural
Heterogen
  Sumber: Van  Dijk, 1998: 45

7.      Yang menarik dari jurnal ini terkait dengan isu “community” dan “new media use” adalah dimana berbagai masyarakat yang telah menemukan refleksi dari media dapat memanfaatkan media tersebut dengan optimal seperti debat dan diskusi publik di internet.  Terutama dalam penggunaan media elektronik skala kecil, terdapat 3 aktivitas sesuai riset yang sangat menarik yaitu radio sebagai media komunitas perempuan menyebarkan feminimisme di Eropa, radio sebagai alat komunikasi politik di Irlandia dan TV sebagai penyebar paham demokrasi di Amerika Serikat.

Fungsi komunitas dan media pada saat ini sudah mengalami banyak perubahan. Tidak hanya dalam meluasnya bidang penggunaan media tetapi jangkauan dan kecepatannya pun sudah sangat berkembang pesat dibandingkan saat riset tersebut dilakukan. Media saat ini dapat digunakan sebagai sarana pendidikan, komunitas berbagai hobi, game online, dll. Peranan komunitas dan media saat ini sangat besar untuk dunia karena 80% kehidupan di dunia saat ini sudah bergantung pada internet.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar