Sabtu, 28 Maret 2015

Teknokom Tugas 2

1.      Dalam chapter ini yang menjadi pokok bahasannya adalah perkembangan teknologi, khususnya teknologi informasi. Teknologi informasi yang dimaksud antara lain, radio, televisi, dan internet. Radio dan televisi merupakan media yang dianggap dapat menjadi alat propaganda politik. Selain berpengaruh dalam dunia politik, ada sebagian golongan yang memanfaatkan radio dapat berfungsi sebagai alat untuk pemberdayaan perempuan. Setelah era radio dan televisi muncul sebuah era teknologi baru yaitu internet. Kehadiran internet mempengaruhi berbagai aspek kehidupan, seperti pendidikan mengalami peningkatan, masyarakat di perkotaan menjadi lebih aktif, dan perekonomian mengalami perkembangan. Selain itu, bentuk perkembangan dalam media dan teknologi antara lain CD-ROM, komputer, tv kabel, email, daftar newsgroups, chatting, berita dan layanan yang disediakan oleh internet dan surat kabar.
Pada kehidupan ini media mempunyai hubungan dengan masyarakat. Hubungan ini diteliti oleh Chicago School pada tahun 1920-an sampai 1930-an. Salah studinya berpendapat bahwa membaca koran lebih menjadi cirri khas penduduk di kota dari pada penduduk di daerah pedesaan. Dengan adanya perkembangan teknologi khususnya media elektronik dapat memberi kemudahan masyarakat untuk berkomunikasi dan mengakses informasi dalam berbagai bentuk.

2.      Aspek positif bagi masyarakat diakibatkan oleh kehadiran teknologi media khususnya internet adalah internet menjadi sebuah wadah baru bagi masyarakat untuk menjalin hubungan dengan orang lain di belahan dunia lain secara interaktif. Hubungan yang terjalin di dalam dunia maya dapa membentuk sebuah komunitas baru yang disebut virtual community. Dampak negatif adalah masyarakat yang lupa dengan identitas yang aslinya. Hal ini dikarenakan orang tersebut terlalu menikmati identitas yang baru diperolehnya dalam virtual community. Kemudian dengan perkembangan teknologi yang memberi kemudahan kepada masyarakat dalam berkomunikasi, sekarang ini interaksi social secara langsung dalam masyarakat mulai berkurang. Orang lebih suka berkomunikasi lewat media sehingga komunikasi face to face kurang diminati. Kemudian rasa sosial terhadap lingkungan menjadi berkurang, merebaknya kejahatan teknologi, seperti pelanggaran hak cipta dan cyber crime, tumbuhnya sikap hedonisme dan konsumtif. Selain itu, media digunakan sebagai alat propaganda politik, televisi  dan  film pun diduga  dapat merusak masyarakat tatanan masyarakat, merubah pikiran anak muda dan menghancurkan warisan budaya.

3.      Karakteristik media baru menurut Mc Quails (1994: 20-6) yang melibatkan desentralisasi chanel untuk distribusi pesan, dan penambahan kapasitas untuk penyampaian  pesan, serta  pelibatan audiens secara langsung kedalam proses penyampaian pesan yang memunculkan suatu bentuk komunikasi interaktif. Di dalam proses komunikasi yang serba digital ini membuat manusia lebih fleksibel untuk menentukan isi dari pesan yang mereka sampaikan. Negroponte (1995) menganggap bahwa digitalisasi adalah memindahkan isi suatu media terhadap media lain. Tujuan media ini adalah mempermudah segala kebutuhan manusia untuk mendapatkan informasi, saat media itu hadir maka secara langsung ataupun tidak langsung pola pikir manusia menjadi masyarakat media yang terjadi secara terus menerus. Di dalam chapter ini pola hubungan komunikasi manusia menjadi masyarakat virtual yang interaktif dimana hal tersebut mengubah pandangan yang sebelum mengenal media. Ini adalah sebuah teknologi komunikasi baru, yang dihubungkan dengan media baru antara lain DVD, CD-ROM, TV Kabel, Internet, dll.

4.      Pada tahapan kajian yang pertama oleh Park (1922) tentang media dan komunitas dapat dilihat dari pembaca surat kabar, masyarakat pedesaan yang lebih menyukai membaca berita lokal dari daerahnya sedangkan masyarakat kota lebih menyukai membaca berita luar daerahnya. Merton (1949) menanggapi perbedaan ini dalam studinya  mengenai  “Rovere”  dan ia mengidentifikasi dua group  penduduk yakni lokal  dan kosmopolitan. Penduduk lokal  berorientasi pada  komunitas lokal, terlibat secara lokal  berdasarkan pada aktifitas sosial dan utamanya pada  surat kabar lokal  sebagai sebuah sumber untuk
berita lokal. Sedangkan kosmopolitan, mereka memiliki sebuah orientasi lebih luas  dan tingkat aktifitas sosial, dan  mengkonsumsi media   dari luar. Merton  menjelaskan, bahwa penggunaan media dan partisipasi komunitas adalah refleksi dari sifat individu.
Janowits (1952) menggunakan pendekatan yang berbeda dalam mempelajari komunitas dan media, dan menekankaan pada struktur suatu komunitas dan menghubungkannya dengan koran lokal. Seperti Park, Jenowits juga merasa bahwa koran memilki peran untuk mengintegrasikan seorang individu kedalam komunitas. Ia berpendapat bahwa koran lokal dapat melahirkan konsensus dalam sebuah komunitas. Lalu Jenowits menemukan bahwa integritas suatu komunitas dan tingkat partisipasi didalamnyta berhubungan dengan perhatian seseorang terhadap koran lokal.

Pada tahapan kajian kedua penggunaan alat-alat elektronik komunikasi yang merupakan kelanjutan dari teknologi mesin cetak stensil dan teknologi pers diperkenalkan satu dekade sebelumnya selama 1960an (Denis dan Rivers , 1974) untuk menggunakan teknologi komunikasi ini untuk  inisiatif  dan aksi komunitas.  Penggunaan  alat-alat elektronik ini pada komunikasi  adalah  dalam berbagai cara  sebuah perkembangan  pada teknologi cetak -  mesin cetakan  dan   teknologi media - diperkenalkan  sebuah  dekade  awal tahun 1960an  ketika budaya dan group politik membentuk surat kabar mereka sendiri (Denis dan Rivers , 1974).

Pada tahapan yang selanjutnya pembentukan Asosiasi Internet Peneliti dan penyelenggaraan konferensi internasional pertama pada September 2000. Publikasi buku mengenai internet dan aspek masyarakat meledak sejak publikasi Benedikt's (1991) Cyberspace: Fist Step. Rangkaian volume disunting oleh Jones pada komunitas maya, budaya  virtual  dan tingkat penelitian internet  sebagai kontribusi dasar, seperti halnya volume baru-baru ini yang berjudul Communities in Cyberspace  (Smith dan Kollock 1999).

5.      Virtual Community adalah komunitas yang di dalamnya berisikan orang-orang yang berkomunikasi bukan di dunia nyata melainkan berkomunikasi melalui dunia maya dan memiliki tujuan tertentu. Virtual Community menggunakan internet sebagai alat mereka dalam berkomunikasi.

Pencetus pertama kali istilah ini adalah Rheingold dalam bukunya The Virtual Community: Homesteading at Electronic Frontier (2000) memberikan sebuah gambaran personal tentang seperti apa kehidupan dalam dunia cyberspace. Rheingold menguraikan bahwa pada virtual community,

“Orang-orang di virtual community menggunakan kata-kata untuk bertukar pandangan dan berdebat, terlibat dalam diskusi intelektual, melakukan perdagangan, bertukar pengetahuan, berbagi dukungan emosional, membuat rencana, brainstorming, gosip, perseteruan, jatuh cinta, mencari teman dan kehilangan mereka, bermain game, merayu, membuat sebuah seni yang cukup tinggi dan banyak omong kosong. Orang-orang di virtual community melakukan hampir semua orang lakukan dalam kehidupan nyata, tapi kita meninggalkan tubuh kita di belakang. Anda tidak bisa mencium siapa saja dan tidak ada yang bisa memukul Anda di hidung, tapi banyak yang bisa terjadi dalam batas-batas itu. (1993:3).”

Adanya virtual community ini juga sebagai tempat bagi seseorang untuk mencoba-coba merasakan dirinya dengan identitas yang baru. Mereka yang di dunia nyata mungkin sangat tempramen dan emosional namun ia bisa membalikkan hal tersebut di dunia maya, ia bisa berubah menjadi seseorang yang sangat cerdas dan bijaksana.

6.      Van Dijk  mencetuskan empat karakteristik yang ia katakan  untuk semua komunitas, yang memiliki anggota, merupakan sebuah organisasi  sosial, bahasa dan pola-pola interaksi, dan sebuah budaya  dan  identitas umum. Karakteristik ini  kemudian digunakan   untuk membandingkan komunitas  virtual dengan kehidupan nyata atau apa yang  ia lebih sukai disebut dengan komunitas ‘organic’. Latihan ini mengarahkan ke sebuah  jenis ideal topologi dimana  virtual community  digambarkan secara relatif sebagai hubungan yang longgar, yang tidak memperhatikan dengan pertimbangan pada  waktu dan ruang, yang berisi sebuah  bahasa yang dikembangkan, dan  pluralistik  dan heteregenous  dalam  komposisi. Seperti kasus dengan  usaha  untuk membuat  jenis ideal,  profil virtual community ini  gagal secara  tepat menggambarkan kasus. Banyak virtual community dapat dibentuk dengan  ikatan kuat diantara para anggota mereka, didasarkan pada waktu dan ruang, dan merefleksikan sebuah keanggotaan yang homogenous/homogen. Antara Organic Community dengan Virtual Community berbeda dari masing-masing karakteristik mereka, hanya sama pada bagaimana mereka berinteraksi yaitu secara verbal.

Jenis Ideal Organic Community dan Virtual Community
Karakteristik
Organic
Virtual
Komposisi dan aktivitas
Group kuat (usia)
Beberapa aktifitas
Afiliasi tidak cocok
Aktifitas khusus
Organisasi sosial
Mengikat tempat dan  waktu
Tidak mengikat tempat dan waktu
Bahasa dan interaksi
Verbal dan non  verbal
Verbal  dan banyak bahasa
Budaya dan  identitas
Total tunggal
Homogen
Partial plural
Heterogen
  Sumber: Van  Dijk, 1998: 45

7.      Yang menarik dari jurnal ini terkait dengan isu “community” dan “new media use” adalah dimana berbagai masyarakat yang telah menemukan refleksi dari media dapat memanfaatkan media tersebut dengan optimal seperti debat dan diskusi publik di internet.  Terutama dalam penggunaan media elektronik skala kecil, terdapat 3 aktivitas sesuai riset yang sangat menarik yaitu radio sebagai media komunitas perempuan menyebarkan feminimisme di Eropa, radio sebagai alat komunikasi politik di Irlandia dan TV sebagai penyebar paham demokrasi di Amerika Serikat.

Fungsi komunitas dan media pada saat ini sudah mengalami banyak perubahan. Tidak hanya dalam meluasnya bidang penggunaan media tetapi jangkauan dan kecepatannya pun sudah sangat berkembang pesat dibandingkan saat riset tersebut dilakukan. Media saat ini dapat digunakan sebagai sarana pendidikan, komunitas berbagai hobi, game online, dll. Peranan komunitas dan media saat ini sangat besar untuk dunia karena 80% kehidupan di dunia saat ini sudah bergantung pada internet.


Teknokom Tugas 1

Tugas 1
Mata Kuliah Teknologi Komunikasi

 Disusun Oleh :
Mutqinul Fahmi (F1C013074)
Glagah Prabowo (F1C008071)
Sepka Adyatma (F1C008073)

1.      Defini Teknologi Komunikasi dari Berbagai Referensi

Kata teknologi berasal dari bahasa latin yang berakar dari kata Texere yang artinya menyusun atau membangun. Menurut Everett M. Rogers dalam bukunya “Communication Technology: The New Media in Society”tahun 1983, dia mengatakan bahwa teknologi merupakan sebuah perangkat untuk membantu aktivitas manusia dapat mengurangi ketidak pastian yang disebabkan oleh hubungan sebab akibat yang melingkupi dalam mencapai suatu tujuan. Teknologi komunikasi juga bisa diartikan sebagai hierarki yang mencangkup peralatan-peralatan fisik, struktur organisasi, dan nilai-nilai sosial. Hierarki tersebut berfungsi sebagai alat pengoleksi, pemroses, dan pertukaran informasi bagi setiap individu kepada individu lain.
Menurut BNET Business Dictionary (2008) Teknologi Komunikasi adalah sistem elektronik yang digunakan untuk berkomunikasi antar individu atau kelompok orang. Teknologi komunikasi menfasilitasi komunikasi antar individu atau kelompok orang yang tidak bertemu secara fisik di lokasi yang sama. Teknologi komunikasi dapat berupa telpon, telex, fax, radio, televisi, audio video’ electronic data interchange and e-mail.
Menurut Josef A. Devito (2000), komunikasi adalah proses penyampaian dan penerimaan pesan di antara dua orang atau kelompok kecil, dengan efek dan feed back langsung.
Carl I. Hovland mengatakan, Teknologi komunikasi adalah suatu proses yang memungkinkan seseorang menyampaikan rangsangan (biasanya dengan menggunakan lambang verbal untuk mengubah perilaku orang lain)
Bernard Barelson dan Garry A.Steiner menjelaskan bahwa teknologi komunikasi dapat diartikan sebagai suatu proses transmisi informasi, gagasan, emosi, keterampilan dan sebagainya dengan menggunakan simbol-simbol, kata-kata, gambar, grafis, angka, dsb.


2.      Menurut Rogers (1986) terdapat empat era (zaman) evolusi komunikasi manusia yaitu:
a.       Era Komunikasi Tulisan (4000 SM s.d. sekarang)
b.      Era Komunikasi Cetak (1456 M s.d. sekarang)
c.       Era Telekomunikasi (1844 M s.d. sekarang)
d.      Era Komunikasi Interaktif (1946 M s.d. sekarang)

Secara singkat perkembangan era teknologi komunikasi tersebut terdapat dalam penjabaran di bawah ini  :

35.000 SM
Bahasa mungkin sudah ada/digunakan pada periode Cro-Magnon
22.000 SM
Lukisan-lukisan gua oleh manusia prasejarah.

a.      Era komunikasi tulisan
Berawal dari orang-orang Sumerians yang menggunakan tanah liat untuk menulis sebagai sarana komunikasi satu dengan yang lainnya. Dilanjutkan dengan bangsa China yangmenemukan alat pencetak buku pada 1041 SM, lalu pada 1241 korea menemukan alat pencetak huruf yang  terbuat dari tanah liat kedalam sebuah logam.
Era komunikasi tulisan:
Tulisan ini memiliki namatulisan paku, karena bentuknya yang menyerupai paku. Pada  4000 SM bangsa Sumeria menulis dalam selembaran tanah liat  yang digoresi menggunakan batu maupun karang yang keras dan memiliki ujung yang tajam.
Pada 868 M, di Cina sudah ditemukan sebuah buku cetakan.
Dipertengahan abad ke-11, Pi Sheng seorang yang berkebangsaan Cina menemukan sejenis alat cetak buku yang sederhana, yang terbuat dari tanah yang tidak bisa bertahan lama.
Pada awal abad ke-15, orang-orang Korea menggunakan huruf cetak metal.
Secara garis besar dapat diklasifikasikan dalam tabel seperti berikut :
4.000 SM
Bangsa Sumeria menulis pada tanah tanah liat.
1041 M
Di China, Pi Sheng menciptakan tipe percetakan buku yang dapat digerakan.
1241 M
Tipe Logam telah menggantikan huruf-huruf dari tanah liat di korea.

Ilustrasi : kemampuan manusia dalam menggambar dan menuliskan symbol tertentu merupakan keunikan tersendiri dari bebrapa karakter manusia pada umumnya. Dalam komunikasi manusia memanfaatkan keunikan karakter mereka sebagai ujud penyampaian rasa dan keinginan untuk berinteraksi. Manusia memanfaatkan kekayaan alam seperti batu untuk media menuliskan pesan dan isyarat kepada sesama golongan atau suku pada jaman dahulu yang sudah berabad-abad lamanya.

b.      Era Komunikasi cetak
Setelah era komunikasi tulisan terus berkembang munculah era komunikasi cetak. Pada saat itu, Gunternberg menciptakan sebuah mesin cetak. Menurut sejarah, pada zaman dahulu Gustenberg menciptakan mesin cetak ini hanya untuk mencetak injil saja dengan ruanglinkup yang sempit. Mengapa? Dikarenakan, pada saat itu belum begitu banyak orang yang bisa membaca.
Akan tetapi, seiring berjalannya waktu mesin cetak itu terus digunakan. Berawal pada 1833, ketika Bunyamin Day meluncurkan sebuah surat kabar New York Sun, yang digunakan secara masal, dan diteruskan pada 1839 oleh Daguerre untuk melakukan praktek photografinya yang akan digunakan dalam koran.
Dahulu, sebelum mesin cetak hadir dan terus berkembang, perkembangan informasi sangatlah lambat. Hal ini terjadi karena pada zaman dahulu, teknologi untuk memperbanyak cetakan buku dilakukan secara manual, hanya dilakukan dengan tangan manusia. Selain kemunculan mesin cetak di bumi ini, perkembangan media cetak juga didukung oleh meningkatnya tingkat kemampuan membaca seseorang serta memahami berbagai jenis informasi yang ada. Sebenarnya perkembangan teknologi percetakan atau komunikasi cetak sangat menentukan arah laju media cetak itu sendiri. Semakin maju perkembangannya, maka hasilnya pun tentu akan semakin baik.
Ilustrasi : pada fase tersebut manusia memanfaatkan teknologi cetak sebagai media penyebaran ajaran agama/ aliran. Para pemimpin agama/ aliran tertentu menggunakan selebaran sebagai media syiar mengajarkan pedoman hidup kepada umat manusia agar terarah kehidupannya. Fase ini sebagai cikal bakal munculnya surat kabar yang pada saat itu hanya berwujud seperti brosur.
Secara garis besar dapat diklasifikasikan dalam tabel seperti berikut :

1456 M
Alkitab karya Gutenberg dicetak dengan tipe logam yang dapat digerakan dan cetakan tangan

1833 M
Media sirkulasi masa mulai dengan yang pertama kali surat kabar ”penny press” yaitu New York Sun.
1839 M
Suatu praktik metode Fotografi dikembangkan oleh Daguerre yang digunakan oleh surat kabar.



c.       Era Telekomunikasi
Era yang mulai berkembang pesat memasuki era teknologi elektronika. Rogers memulai era ini dengan mengambil moment pada saat  Samuel Morse pada tanggal 24 Mei 1844 menemukan suatu cara menyampaikan pesan melalui  kabel elektronika, yang dikenal dengan istilah telegraph.  Kehadiran telegraph memicu para ahli untuk mengembangkan teknologi yang lebih baru, antara lain radio dan televisi.
Perkembangan radio dimulai oleh penemuan  rumus-rumus  yang diduga mewujudkan gelombang elektromagnetis, yaitu gelombang yang digunakan oleh siaran radio maupun televisi. Selanjutnya di Amerika Serikat, Dr Lee De Forest mengembangkan penemuan tabung lampu vacuum (vacuum tube) yang memungkinkan  suara dapat didengarkan dalam studio eksperimen miliknya. Kemunculan televisi di Amerika Serikat pada awal 1939 ketika berlangsung World Fair di New York  dan pada tahun 1946 saat Perserikatan Bangsa-Bangsa melakukan rapat pertamanya di gedung Perguruan Tinggi Hunter di kota yang sama mulailah perlombaan teknologi audio visual itu menjalar ke negara-negara lain,  terutama Inggris dan Jerman yang pertama kali menemukan televisi berwarna.
Ilustrasi :pada fase ini contoh yang sangat kongkrit adalah munculnya organisasi kurir sampai awal tahun 1800-an. Pada era itu pekerja kurir menggunakan kuda sebagai alat transportasi dalam menyampaikan pesan kepada orang dengan alamat tertuju. Kemudian berkembang pada era industry dengan berdirinya perusahaan pos. munculnya kantor pos semakin memudahkan  manusia dalam proses komunikasi semisal berkirim surat dan paket. Dari tahun ke tahun perkembangan bisnis kiriman paket semakin terbuka lebar.
Secara garis besar dapat diklasifikasikan dalam tabel seperti berikut :

1844 M
Samuel Morse mentransmisikan pesan melalui telegraf pertama kali
1876 M
Alexander Graham Bell mengirimkan pesan melalui telepon pertama kali
1894 M
Gambar bergerak diciptakan dan pertama kalinya film ditunjukkan kepada publik
1895 M
Guglielmo Marconi mentransmisikan pesan melalui radio
1912 M
Lee de Forest menemukan kualitas pengeras suara dari tabung hampa
1920 M
Jadwal peyiaran radio secara teratur pertama kali oleh KDKA di Pittsburg
1933 M
Demonstrasi Televisi oleh RCA
1941 M
Pertama kali siaran televisi komersial



d.      Era Komunikasi interaktif
Pada era ini muncul sebuah teknologi komunikasi yang sering kita sebut dengan komputer mainframe. Komputer mainframe ini diciptakan di Universitas Pennylvania. Kemudian diteruskan dengan terciptanya sebuah transistor tipe solid-stated oleh William Shockley dan John Bardeen,Walter Brattain di Laboratorium Bell. Tidak hanya itu, sebuah satelit juga berperan penting dalam pendaratan manusia di bulan.
Di zaman yang serba modern ini, istilah internet sudah tidak asing lagi kita dengar. Dengan menggunakan internet manusia dapat mencari dan menemukan segala informasi lewat media yang satu ini. Selain mencari informasi, internet juga dapat kita gunakan untuk menjalin hubungan dengan orang lain, lewat jejaring social facebook, twitter, dsb.
Perkembangan teknologi komunikasi sangatlah pesat. Hal itu disebabkan karena pemikiran kreatif dan kritis seseorang yang semakin pesat pula. Dengan adanya perkembangan sumber daya manusia tersebut, mereka dapat mengembangkan ilmu teknologi komunikasi lebih luas dan lebih kreatif lagi.
Ilustrasi : dewasa sekarang ini setelah digunakannya server di dunia komunikasi, semakin memudahkan manusia dalam berkomunikasi. Penyedia jasa layanan telekomunikasi berlomba-lomba menyediakan jasa komunikasi dengan cepat murah dan terkoneksi dengan segala penjuru dunia. Di era ini adalah era keemasan di bidang komunikasi yang sudah menggunakan teknik digital.
Secara garis besar dapat diklasifikasikan dalam tabel seperti berikut :

1946 M
Komputer mainframe pertama kali, ENIAC, dengan 18.000 tabung hampa udara, diciptakan di Universitas Pennylvania
1947 M
William Shockley, John Bardeen, dan walter Brattain di Laboratorium Bell menciptakan transistor tipe solid-state yang dapat mengubah pembesaran pesan elektronik
1956 M
Ampex Company di Redwood City California menciptakan Videotape
1957 M
Rusia meluncurkan satelit ruang angkasa (Sputnik) pertama kali
1969 M
Pendaratan manusia di bulan pertama kali oleh NASA yang dipandu oleh minicomputer yang berukuran 2 x 1,5 feet, atau 3000 kali lebih kecil dibandingkan dengan komputer ENIAC
1971 M
Penciptaan microprosesor, suatu unit kontrol komputer (Central Processing Unit/CPU) pada chip semi konduktor oleh Ted Hoff at Intel Corporation
1975 M
Mikrokomputer pertama kali, Altair 8800 dipasarkan
1975 M
Home Box Office (HBO) mulai mentransmisikan program sistem TV-cabel melalui satelit, yang memacu pertumbuhan TV-cabel di Amerika serikat (mencapai 40% rumah tangga) pada pertengahan tahun 1980
1976 M
Sistem teletex pertama kali diadakan oleh BBC dan ITV, dengan ”pages” (frame) dari text dan informasi grafik yang ditransmisikan ke TV rumah dengan sinyal siaran TV normal
1977 M
Qube, sistem TV-cabel interaktif pertama kali, mulai dioperasikan di Columbus, Ohio
1979 M
Sistem video text pertama yang diadakan oleh British Post Office








3.      Karakteristik Sistem Komunikasi Manusia sebagai akibat teknologi baru dapat dijabarkan sepert ini :
Di era modern sekarang ini teknologi komunikasi semakin canggih. Teknologi yang sekarang ini sedang marak adalah teknologi internet, gadget dan lain sebagainya dimana seseorang dapat dengan mudah mengakses berbagai informasi. Penggabungan teknologi komputer dengan telekomunikasi melahirkan suatu fenomena yang mengubah konfigurasi model komunikasi konvensional, dengan melahirkan kenyataan dalam dimensi ketiga atau dikenal juga dengan kenyataan maya yang melahirkan format masyarakat lainnya. Yaitu masyarakat kenyataan virtual atau masyarakat cyber (cyber society). (Siregar, 2001).
Teknologi komunikasi menurut Rogers (1986) dirumuskan sebagai peralatan keras, struktur-struktur  organisasional, dan nilai-nilai sosial dengan mana individu mengumpulkan, mengolah, dan saling bertukar informasi dengan individu lain.
            Ekistensi teknologi komunikasi sendiri telah mampu membawa seseorang individu melintasi batas ruang dan waktu serta mendapatkan informasi yang tidak didapat sebelumnya (McLuhan, 1965). Sehingga seseorang dapat menggali ataupun mencari informasi-informasi dengan instan dan mengetahui kejadian-kejadian tanpa memerlukan datang ke tempat kejadian secara langsung.
            Sebelum mengenal internet, masyarakat terlebih dulu mengenal banyak media komunikasi, seperti media cetak, radio, televise, film, computer, dan sebagainya yang telah diadopsi oleh seluruh dunia. Sebelum mengetahui media komunikasi tersebut, sekitar 22.000 tahun sebeum masehi masyarakat pada masa itu melakukan cara berkomunikasi dengan menggambar di gua-gua. Dari sejarah itu, berkembanglah istilah evolusi komunikasi manusia. Menurut Rogers (1986) ada empat era evolusi komunikasi manusia, yakni era writing, era printing, era teecommunication, dan era komunikasi interaktif. Berikut bagan era evolusi komunikasi manusia menurut Roger (1986).
            Karakteristik sistem komunikasi manusia sebagai akibat teknologi baru adalah Karakteristik sistem komunikasi manusia sebagai akibat teknologi komunikasi baru adalah: Interactivity, kemampuan untuk 'talk back' kepada penggunanya artinya komponen teknologi elektronik yang ada memungkinkan adanya komunikasi dengan medianya secara automatic atau mechanical reaction, dan atau memungkinkan terjadi komunikasi interpersona melalui media atau 'machine assited interpersonal communication'.Interactivity yang dimaksud adalah kualitas dari sistem komunikasi seperti perilaku komunikasi yang diharapkan; keakuratan, lebih efektif, dan lebih menyenangkan bagi para komunikan dalam proses komunikasi. Meskipun dengan adanya teknologi komunikasi baru yang bersifat interaktif, namun faktor individu yang aktif menentukan mau interaktif atau tidak.
            De-massified adalah kemapuan untuk menyampaikan pesan "khusus" antar individu dalam audience yang sangat banyak. Mirip mereka tidak bertemu secara face to face. De-massified juga dapat diartikan kontrol sistem komunikasi massa berubah dari para produser media kepada para media consumer.


REFERENSI
Noegroho, Agoeng, 2010. Teknologi Komunikasi, Jogjakarta: Graha Ilmu.
Rogers, Everett M, 1986.  Communication Technology: The New Media in Society, Free Press, Macmullan Inc.London